G i L a

January 18, 2008

orang-gila.jpg

Akhir-akhir ini, dalam perjalanan ke berbagai kota, saya sering melihat orang ‘gila’ berkeliaran di pinggir-pinggir jalan, jembatan, taman kota, terminal, atau pembuangan sampah. Pakaian mereka compang camping dan kumal, kulit dekil dan penuh daki, rambut gimbal penuh debu, terkekeh-kekeh tanpa sebab yang jelas, mengumpat-umpat tak tahu arah, atau melemparkan tatapan kosong dan jauh entah ke mana, termangu dan melamun, atau asyik mengotak-atik sesuatu. Kadang ada yang tak berpakaian sama sekali. Mereka seperti telah menjadi pemandangan buram dari sebuah kota.  

Saya tidak tahu apakah itu sebenarnya gejala lama yang kebetulan saja baru saya perhatikan. Atau suatu gejala yang benar-benar baru, yang mengiringi perkembangan pesat kota-kota yang makin gemar dan terburu-buru menggabungkan dirinya pada kapitalisme dunia. Entahlah! Nyatanya di koran-koran terlalu sering saya membaca bagaimana katanya kuantitas orang yang disebut gila itu terus meningkat, tentang rumah sakit jiwa yang tak lagi muat untuk menampung. Atau tentang orang ‘gila’ yang mengamuk, mengobrak-abrik dan menghancurkan rumah, warung, atau mengganggu orang-orang yang hendak dan sedang lewat. Read the rest of this entry »