Riwayat pakaian adalah riwayat sejumlah perjumpaan. Orang Eropa, Cina, atau Asia Barat, yang berkunjung ke Asia Tenggara pada abad ke-16 merasa terkejut dengan ‘ketelanjangan’ banyak penduduknya, demikian tulis sejarawan Anthony Reid. Maksudnya, orang Asia Tenggara –termasuk tentu Nusantara ini— waktu itu hampir tanpa kecuali bertelanjang kaki, bertelanjang kepala, dan seringkali juga telanjang dari pinggang ke atas. Perjumpaan dengan Islam, Kristen, dan Konfusianismelah yang membuat seluruh –atau setidaknya sebagian— dari tubuh yang terbuka ini lalu ditutupi.
Posted by haisa