Sekolah

Meski agak dingin dan berkabut, pagi itu tetap terasa begitu bergairah. Lonceng masuk telah berbunyi tapi seperti biasa masih ada sejumlah teman yang belum hadir. Dan ibu guru pun mulai membacakan daftar hadir. Anak yang disebutkan namanya mengacungkan tangan sambil berteriak “ada!” Yang tidak ada disambut dengan jawaban sahut-menyahut dan beragam. “Ardian!” kata bu guru. “Belum datang,” jawab seorang teman. “Mamantat!” sambung teman yang lain. “Suryadi!” lanjut Bu Guru lagi. “Mahalau!” jawabku.

Image

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Tatap

Kebebasan Beragama/Berpendapat dan Pelarangan Buku

 

Oleh: Hairus Salim HS

Bahan dibacakan pada Diskusi Publik “Pelarangan Buku: Menutup Jendela Dunia”, Senin, 31 Mei 2010, Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta.

Pelarangan buku di Indonesia selama ini banyak terkait, langsung maupun tidak langsung, dengan keberadaan agama, terutama Islam. Dalam sejumlah kajian, bahkan ditemukan peran lembaga seperti Departemen Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan beberapa ormas Islam lainnya dalam proses pelarangan buku.

Ini sebuah paradoks, karena Islam dikenal sebagai agama yang sangat menghargai bacaan. Wahyu Islam dimulai dengan kalimat ‘bacalah’ (Iqra!) dan salah satu sebutan kitab sucinya adalah Quran yang berarti ‘bacaan’. Pengaruh aksara, kitab, teks dalam agama ini begitu mendalam sehingga ada yang menyebut peradaban yang dibentuk (Arab)Islam ini sebagai ‘peradaban teks’. Maka bagaimana hal ini bisa ‘dipahami?’

Continue reading

Leave a Comment

Filed under Kertas Kerja

Identitas, Kitab, dan Sejarah: Catatan atas Karya-karya Amin Maalouf

Oleh: Hairus Salim HS
Bahan diskusi di TBS Surakarta
  • Novel-novel Amin Maalouf adalah novel-novel sejarah, dalam arti bahan ceritanya berlatar dari suatu peristiwa dan suatu periode sejarah. Tokoh-tokohnya diangkat dari tokoh yang menyejarah juga. Sejarah dalam novel tentu bukanlah sejarah yang berhenti, tapi sejarah yang hidup dan terus bergerak. Peristiwa-peristiwanya, tokoh-tokohnya, interaksi tokoh-tokohnya, pertarungan dan perkawanan kelompok-kelompok masyarakat, serta ‘ketegangan’ yang diakibatkan dari itu semua, membuat ‘sejarah’ itu seperti hidup, berputar-putar, dan memantul di hadapan kita, di masa kini. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Kertas Kerja

Pertemuan Kedua dengan Soepriyadi Tomodihardjo: Sedikit Tentang Kumpulan Cerpen “Cucu Tukang Perang”

Pengantar diskusi yang diselenggarakan oleh Kelompok Rumah Lebah, 2011

Oleh: Hairus Salim HS

Saya bertemu lelaki itu di rumah Asahan Aidit, di sebuah kawasan di pinggiran kota Leiden. Hari itu matahari bersinar cerah sekali dan udara terasa hangat setelah sebelumnya selalu gelap, berkabut, dan dingin. Saya datang ke rumah itu atas ajakan Pak Mintardjo, seorang eksil yang tinggal di Leiden, tempat saya menumpang inap. Katanya, di rumah Asahan hari itu akan ada pertemuan dengan sastrawan sepuh Ajip Rosidi yang kebetulan sedang ada acara di kota pendidikan ini. Continue reading

2 Comments

Filed under Resensi Buku

Orang-Orang Kotagede

Kalau menelusuri Kotagede, bekas kota kuno keraton Mataram, jangan lupakan sekumpulan cerpen “Orang-Orang Kotagede” yang ditulis oleh Darwis Khudori, seorang penulis dan arsitek yang kini bermukim di Prancis. Cerpen-cerpen ini ditulis sekitar tahun 1970an dan awal 80an, dan diterbitkan menjadi buku oleh Bentang pada tahun 2000. Suasana kehidupan di Kotagede lebih dari 25 tahunan lalu itu jelaslah berbeda dengan keadaannya kini. Continue reading

Leave a Comment

Filed under Resensi Buku

Bouraq

Saya akrab dengan sosok ini. Di daerah saya dulu, sosok ini tampil dalam poster-poster atau fotokopian buram yang ditempel di dinding-dinding rumah. Saya juga pernah melihat sosok ini dalam berbagai variasi wajah dan warna dalam banyak lukisan kaca, ketika dulu menemani Jerome Samuel, yang meneliti topik lukisan kaca di Jawa pada pertengahan abad lalu. Continue reading

1 Comment

Filed under Gerundelan

Ki Ageng Suryomentaram: Ukuran Keempat

Ada empat ukuran dalam kehidupan manusia. Ukuran pertama menyangkut garis, ukuran kedua berkaitan dengan dataran yang mengandung panjang dan lebar, ukuran ketiga berbentuk benda yang mengandung panjang, lebar, dan tebal, dan ukuran keempat adalah benda hidup yang mengandung rasa. Continue reading

2 Comments

Filed under Uncategorized